Berat Badan Sulit Turun? Ini 7 Kebiasaan Diet yang Salah
Diet sering dianggap sebagai solusi utama untuk mendapatkan tubuh sehat dan proporsional. Sayangnya, banyak orang menjalankannya dengan cara yang kurang tepat tanpa menyadarinya. Alih-alih memperoleh manfaat, kesalahan dalam diet justru dapat menurunkan energi, mengganggu kesehatan, dan membuat berat badan sulit turun. Memahami kebiasaan diet yang salah serta mengenali tanda diet yang tidak sesuai menjadi langkah penting agar tujuan diet dapat tercapai dengan aman.
1. Terlalu Membatasi Asupan Kalori
Salah satu kesalahan paling umum dalam diet adalah memangkas kalori secara ekstrem. Banyak orang berpikir semakin sedikit makan, semakin cepat berat badan turun. Padahal, tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi vital seperti bernapas, berpikir, dan menjaga metabolisme. Ketika asupan kalori terlalu rendah, tubuh justru masuk ke mode bertahan hidup dengan memperlambat metabolisme. Akibatnya, berat badan sulit turun dan tubuh menjadi mudah lelah, pusing, serta sulit berkonsentrasi.
2. Menghindari Karbohidrat Secara Total
Karbohidrat sering dianggap sebagai musuh utama diet. Padahal, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan otak. Menghindari karbohidrat sepenuhnya bisa menyebabkan tubuh lemas, mudah marah, dan sulit fokus. Yang perlu dilakukan bukan menghilangkan karbohidrat, melainkan memilih jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan umbi-umbian yang lebih lama dicerna dan membuat kenyang lebih lama.
3. Hanya Fokus pada Timbangan
Diet yang sehat seharusnya berfokus pada perubahan gaya hidup, bukan sekadar angka di timbangan. Berat badan bisa naik atau turun karena banyak faktor, termasuk cairan tubuh dan massa otot. Jika hanya terpaku pada timbangan, seseorang bisa merasa stres dan frustrasi. Padahal, tanda diet berhasil juga bisa dilihat dari tubuh yang lebih bugar, lingkar tubuh yang mengecil, dan stamina yang meningkat.
4. Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan sarapan atau makan dengan alasan mengurangi kalori justru merupakan kebiasaan diet yang salah. Saat tubuh tidak mendapat asupan dalam waktu lama, rasa lapar akan meningkat dan berujung pada makan berlebihan di waktu berikutnya. Selain itu, pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu sistem pencernaan dan kadar gula darah.
5. Terlalu Mengandalkan Produk Diet
Minuman detoks, pil pelangsing, atau produk diet instan sering dianggap solusi cepat. Padahal, sebagian besar produk tersebut tidak memberikan manfaat jangka panjang dan bahkan berisiko bagi kesehatan. Diet yang tepat seharusnya mengutamakan makanan alami dengan gizi seimbang, bukan bergantung pada produk instan yang belum tentu aman.
6. Mengabaikan Asupan Protein dan Lemak Sehat
Diet yang tidak tepat sering kali ditandai dengan kurangnya protein dan lemak sehat. Protein penting untuk menjaga massa otot, sementara lemak sehat berperan dalam penyerapan vitamin dan menjaga keseimbangan hormon. Kekurangan dua nutrisi ini dapat membuat tubuh lemas, mudah lapar, dan memperlambat proses pembakaran lemak.
7. Tanda Diet Tidak Tepat pada Tubuh
Ada beberapa tanda yang menunjukkan diet yang dijalani tidak sesuai, seperti mudah lelah, rambut rontok, suasana hati tidak stabil, sulit tidur, dan sering merasa lapar berlebihan. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya evaluasi kembali pola makan yang dijalani. Diet yang sehat seharusnya membuat tubuh lebih bertenaga, bukan sebaliknya.